PERUMDAM Tirta Mountala Janjikan Penanganan Gangguan Air Maksimal 24 Jam

2 dilihat
Direktur Umum Perumdam Tirta Mountala, T. Abulis Samarkhan, S.T. (Foto: infosa.id/Dok SMSI- istimewa)
A-AA+A++

ACEH BESAR | INFOSA.ID – Di tengah keluhan pelanggan yang tak kunjung usai soal air keruh, kebocoran pipa, dan antrean sambungan baru, PERUMDAM Tirta Mountala Aceh Besar akhirnya memasang target berani: semua gangguan tuntas dalam 24 jam.

Janji itu bukan sekadar jargon. Perusahaan air milik daerah dengan hampir 50 ribu pelanggan itu kini tengah merombak total sistem pelayanannya, dari sumber daya manusia hingga pendataan koordinat meteran pelanggan yang selama ini menjadi biang kerok lambatnya penanganan di lapangan.

“Kita akan maksimalkan pelayanan. Gangguan distribusi, kebocoran, air kotor, sampai sambungan baru, semuanya kita percepat,” kata Plt. Direktur Utama PERUMDAM Tirta Mountala melalui Direktur Umum T. Abulis Samarkhan, S.T., saat bertemu pengurus SMSI Aceh Besar di Kuta Malaka, Selasa (6/10).

Call Center 24 Jam dan Aturan Main Baru

Untuk merealisasikan target 24 jam tersebut, Tirta Mountala mengaktifkan dua kanal utama: call center dan pengaduan media sosial yang kini dijaga 24 jam, bahkan melalui petugas keamanan kantor pusat.

Syaratnya satu: pelanggan wajib menyertakan nama dan ID pelanggan. Bukan formalitas, tapi kunci untuk melacak lokasi.

Abulis mengakui, selama ini banyak titik koordinat meteran tidak sesuai dengan lokasi rumah pelanggan. Petugas sering tersesat di lapangan.

“Kalau ID dan koordinatnya akurat, petugas bisa langsung ke lokasi. Selama ini banyak koordinat yang berpindah-pindah,” ujarnya.

Untuk sambungan baru, skemanya dibagi dua. Jika rumah calon pelanggan dekat dengan jaringan eksisting, pemasangan dijanjikan selesai maksimal 3×24 jam. Namun jika butuh pembangunan jaringan baru dengan investasi besar, perusahaan akan lakukan kajian teknis dengan batas waktu maksimal satu bulan.

“Jangan sampai pelanggan sudah bayar mahal, yang keluar malah angin, bukan air,” tegasnya.

Biaya resmi sambungan baru ditetapkan Rp1,3 juta, sudah termasuk water meter dan galian 4 meter. Jika ada biaya tambahan karena jarak, akan ada resmi dari bagian perencanaan, bukan tafsiran oknum di lapangan.

Tiga Prioritas dan Perang Melawan Sambungan Ilegal

Tirta Mountala menetapkan hierarki pelayanan: Kualitas dulu, baru kontinuitas, terakhir kuantitas.

Di sisi lain, perusahaan juga mengajak warga menjadi mata dan telinga. Pelanggan diminta melapor jika menemukan sambungan ilegal atau orang yang mengerjakan jaringan tanpa atribut resmi PERUMDAM. Identitas pelapor dijamin rahasia.

Langkah itu terbukti efektif. Beberapa kasus pencurian water meter berhasil diungkap berkat laporan masyarakat.

Abulis juga mengingatkan soal tunggakan. Pelanggan yang menunggak lebih dari tiga bulan akan diputus sambungannya. Dendanya flat Rp2.000, namun jika menumpuk akan memberatkan.

“Kita ingin hubungan dengan masyarakat lebih baik. Kita benahi pelayanan, masyarakat bantu jaga jaringan dan tertib membayar,” tutupnya. []

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *