Potensi Wakaf Rp180 Triliun, BSI Dorong Wakaf Produktif Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

11 dilihat
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta (batik hijau) memaparkan penguatan BSI Wakaf Produktif dalam The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 di JICC Jakarta. (Foto: INFOSA. ID/Dok BSI)
A-AA+A++

JAKARTA | INFOSA.ID — BSI Wakaf Produktif diperkuat PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk mendorong potensi wakaf uang nasional yang mencapai Rp180 triliun per tahun.

Komitmen Wakaf Produktif BSI itu ditegaskan dalam The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), yang mempertemukan regulator, nazhir, akademisi, dan pelaku industri keuangan syariah.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatat penghimpunan wakaf uang nasional pada 2025 baru mencapai Rp4,72 triliun dan ditargetkan Rp4,79 triliun pada 2026. Kesenjangan besar antara potensi dan realisasi menjadi peluang memperkuat literasi dan pengelolaan wakaf yang transparan dan berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, penguatan wakaf produktif butuh kolaborasi semua pihak agar dana sosial syariah memberi manfaat ekonomi yang luas.

“Wakaf adalah warisan kebaikan yang tidak pernah berhenti mengalir. Melalui kolaborasi, setiap wakaf dapat tumbuh produktif dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak orang,” ujar Bob di sesi International Seminar GLOW 2026.

Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), BSI menghubungkan masyarakat dengan instrumen wakaf uang seperti Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR007.

Melalui CWLD, pokok wakaf tetap terjaga sementara hasilnya dimanfaatkan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. BSI juga mendorong kemudahan berwakaf lewat kanal digital BYOND by BSI untuk menjangkau generasi digital.

“Ketika kita bergerak bersama, wakaf dapat menjadi cahaya bagi kesejahteraan umat dan kekuatan bagi ketahanan ekonomi bangsa,” kata Bob.

Dengan populasi Muslim terbesar dan ekosistem keuangan syariah yang terus tumbuh, BSI optimistis Indonesia bisa menjadi rujukan pengembangan wakaf produktif global. []

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *