Saifullah ST Nahkodai KSMI Banda Aceh, Sepakbola Mini Kutaraja Siap Berprestasi

30 dilihat
Ketua KSMI Banda Aceh, Saifullah, ST (4 dari kiri) berfoto bersama usai rapat penyusunan lengkap kepengurusan, Rabu, 21 Oktober 2026, di Sekretariat KONI Banda Aceh. (Foto: INFOSA.ID/Dok. KSMI Banda Aceh)
A-AA+A++

BANDA ACEH | INFOSA.ID — Saifullah ST resmi memimpin Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Banda Aceh. Ia ditunjuk dalam rapat pembentukan pengurus yang digelar di Ruang Rapat KONI Banda Aceh, Rabu (21/10/2026) sore.

Penunjukan Saifullah diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepakbola mini di ibu kota Provinsi Aceh yang dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan pesat, baik dari sisi komunitas, lapangan, maupun animo masyarakat.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua I KONI Banda Aceh Zahirsyah Oemardy, Wakil Sekretaris KSMI Aceh Muhammad Hasan SSi MSi, serta sejumlah pegiat sepakbola dan futsal di Banda Aceh.

Usai menerima mandat, Saifullah menegaskan komitmennya untuk menjadikan KSMI Banda Aceh sebagai organisasi yang solid dan aktif dalam pembinaan.

“Sepakbola mini saat ini sangat pesat perkembangannya di Banda Aceh. Ini tentunya menjadi modal sangat berharga dalam memajukan sepakbola mini di Kutaraja,” ujar Saifullah.

Menurutnya, perkembangan tersebut harus dibarengi dengan konsolidasi organisasi, program pembinaan yang terarah, serta kompetisi yang berkelanjutan. Ia mengaku tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan penuh seluruh pengurus.

“Support dari semua rekan-rekan pengurus sangat dibutuhkan dalam memajukan sepakbola mini di Banda Aceh,” ungkapnya.

Saifullah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan stakeholder olahraga. KSMI Banda Aceh akan memperkuat sinergi dengan KONI, Dispora, komunitas, hingga pengelola lapangan sepakbola mini yang kini menjamur di Banda Aceh.

“Kolaborasi dengan semua stakeholder olahraga dan pemerintah akan terus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, KSMI Kota Banda Aceh ditargetkan segera menyusun kepengurusan lengkap, menggelar kompetisi antar-komunitas, serta membuka ruang pembinaan usia muda sebagai fondasi sepakbola mini di Kutaraja.

Langkah tersebut diyakini akan memperkuat ekosistem olahraga masyarakat di Banda Aceh, sekaligus menjadikan sepakbola mini sebagai salah satu cabang olahraga paling diminati di ibu kota Aceh. []

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *