Taruna Poltekpel Malahayati Tewas, Ghufran: Usut Tuntas! Jangan Ada yang Ditutupi

Anggota DPR RI Komisi V, Ghufran, meminta aparat mengusut tuntas kasus kematian taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi. (Foto: INFOSA.ID/HO)
A-AA+A++

INFOSA.ID | BANDA ACEH – Kematian tragis Muhammad Rasya Fadhilla, taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, memicu desakan keras dari Senayan. Anggota DPR RI Komisi V, Ghufran, meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ghufran menegaskan, jika ditemukan unsur kekerasan, pelaku harus diseret ke meja hukum.

“Apabila dalam penyelidikan ditemukan bukti kekerasan atau perbuatan melawan hukum, saya minta diproses tegas. Siapa pun yang terbukti melanggar, harus bertanggung jawab secara hukum. Tidak ada toleransi,” tegas Ghufran, Selasa (29/9/2026).

Pernyataan keras itu disampaikan Ghufran menyusul meninggalnya Rasya Fadhilla yang diduga janggal. Kasus ini telah menyulut duka mendalam dan amarah publik di Aceh.

Sebagai mitra Kementerian Perhubungan di Komisi V, Ghufran menyoroti bobroknya sistem pengawasan dan pembinaan di lingkungan pendidikan pelayaran.

“Keselamatan dan perlindungan taruna adalah harga mati. Ini harus jadi evaluasi total. Jangan sampai ada lagi mahasiswa yang meregang nyawa di lembaga pendidikan milik negara,” katanya.

Di sisi lain, Ghufran menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

“Atas nama pribadi dan anggota DPR RI Komisi V, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Aceh agar menahan diri dan tidak terprovokasi informasi liar di media sosial. Namun, ia memastikan akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Saya minta masyarakat tetap tenang, tapi saya juga minta polisi bekerja transparan, objektif, dan profesional. Jangan ada yang disembunyikan. Kebenaran harus diungkap seterang-terangnya. Keadilan untuk keluarga korban harus ditegakkan,” pungkas politisi asal Aceh itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Poltekpel Malahayati belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kematian taruna tersebut. Aparat kepolisian dikabarkan masih melakukan penyelidikan intensif. []

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *