INFOSA.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mulai tancap gas mengoptimalkan pemanfaatan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Hal itu mengemuka dalam audiensi Plt Sekda Aceh Taufik dengan Administrator KEK Arun, Direktur PT Patriot Nusantara Aceh, dan Dirut PT PEMA di Ruang Rapat Sekda, Selasa (29/9/2026).
Fokus pertemuan tersebut untuk mempercepat pemanfaatan lahan yang sesuai di dalam KEK Arun agar fungsinya sebagai kawasan industri, energi, dan logistik benar-benar berjalan. Sejumlah kendala pemanfaatan lahan turut dibahas untuk dicarikan solusi bersama.
Plt Sekda Aceh Taufik menegaskan, lahan di KEK Arun harus produktif, bukan sekadar status kawasan. Fungsi KEK sebagai pusat hilirisasi gas, industri petrokimia, energi hijau, dan pusat logistik Aceh harus didorong agar memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah.
“Kita ingin lahan di KEK Arun termanfaatkan optimal. Setiap persoalan pemanfaatan lahan kita koordinasikan sesuai kewenangan, termasuk dengan kementerian dan lembaga terkait di pusat, agar pengembangan KEK tidak terhambat,” ujar Taufik.
Menurut Taufik, koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci, terutama terkait status dan peruntukan lahan, agar investor bisa masuk tanpa terkendala regulasi.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Sekda didampingi Asisten II dan sejumlah Kepala SKPA dan Kepala Biro terkait. []












Tidak ada Respon