
INFOSA.ID|Pidie Jaya– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler-84 Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar sosialisasi bertajuk “Think Before You Post: Jejak Digital Bisa Berdampak Selamanya!” di SMAN 1 Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital serta membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Sosialisasi tersebut merupakan salah satu program kerja KKN Reguler ke-84 USK yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Program Studi Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Fakultas Hukum (FH), serta Program Studi Teknik Industri dari Fakultas Teknik (FT).
Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan tantangan era digital.
Pemateri dalam kegiatan Alya Safira Novriza, mahasiswa Fakultas Hukum sekaligus anggota KKN Reguler-84 USK. Dalam penyampaiannya, Alya menjelaskan bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat tersimpan dalam jangka waktu lama dan berpotensi memengaruhi kehidupan seseorang di masa depan. Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu memahami konsekuensi dari setiap unggahan maupun interaksi yang dilakukan di ruang digital.
Alya mengupas tentang pengertian jejak digital, dampak positif dan negatif media sosial, bahaya cyberbullying, penyebaran hoaks, etika dalam berkomentar di media sosial, dan pentingnya melindungi data pribadi, hingga pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sebagai dasar hukum dalam aktivitas digital.
Selain itu, peserta juga diajak untuk membiasakan diri berpikir kritis sebelum mengunggah, membagikan, maupun mengomentari suatu konten agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Suasana sosialisasi berlangsung hidup dengan partisipasi aktif para siswa yang antusias mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan media sosial. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu keamanan digital dan pentingnya menjaga identitas di ruang siber.
Dalam kesempatan tersebut, Alya Safira Novriza mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas digital yang mereka lakukan.
“Jejak digital itu ibarat lumpur di jalan; mudah meninggalkan jejak, siapa pun dapat melihat bekas langkah yang kita tinggalkan, tetapi tidak mudah menghapusnya. Karena itu, pikirkan sebelum mengunggah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Reguler-84 USK berharap para siswa tidak hanya memahami manfaat media sosial sebagai sarana komunikasi dan belajar, tetapi juga menyadari risiko yang dapat muncul apabila teknologi digunakan tanpa pertimbangan yang matang. Edukasi mengenai literasi digital dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, beretika, serta memiliki kesadaran hukum dalam bermedia sosial.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandar Dua menyambut baik dan mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN USK.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Dengan memahami pentingnya menjaga jejak digital, melindungi data pribadi, serta menghargai etika berinteraksi di dunia maya, para siswa diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijaksana dan turut menciptakan ruang digital yang aman, sehat, serta bertanggung jawab.(*)















Tidak ada Respon