Krisis Air: Debit Mata Ie Anjlok, Tirta Mountala Siapkan Solusi Jangka Panjang

8 dilihat
Pompa submersible yang terpasang di sumber Mata Ie, Aceh Besar. Debit air di lokasi ini terus mengalami penurunan sepanjang 2026 sehingga berdampak pada pelayanan air bersih Perumdam Tirta Mountala. (FOTO: infosa.id/IST)
A-AA+A++

INFOSA.ID | ACEH BESAR — Ribuan pelanggan Perumdam Tirta Mountala Cabang Darul Imarah terancam krisis air bersih. Debit sumber air baku di Mata Ie terus anjlok selama 2026 akibat kemarau panjang.

Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala, T. Abulis Samarkhan, mengakui penurunan debit sudah terjadi beberapa tahun terakhir dan puncaknya tahun ini.

“Penurunan debit di Mata Ie memang terus terjadi. Tahun 2026 ini sudah beberapa kali. Tentu berdampak langsung ke pelayanan pelanggan,” ujar Abulis, Jumat, 12 September 2026.

Akibatnya, distribusi air ke rumah warga di wilayah Darul Imarah dan sekitarnya terganggu. Perumdam pun meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Solusi Darurat: Kirim Tangki Air

Untuk jangka pendek, Tirta Mountala mengerahkan mobil tangki air. Distribusi diprioritaskan ke titik vital seperti rumah sakit, sekolah, dan permintaan resmi warga.

“Kami mohon maaf. Sambil menunggu, kami drop air pakai tangki ke lokasi yang paling butuh,” kata Abulis.

Solusi Jangka Panjang: Induk dari Krueng Aceh

Agar tak terulang, Perumdam mendorong pembangunan IPA baru kapasitas 100 liter/detik. Sumber airnya diambil dari Krueng Aceh yang debitnya lebih stabil.

Langkah ini sudah dikoordinasikan ke DPR RI asal Aceh, BPBPK, Pemkab Aceh Besar, hingga Kementerian PUPR Ditjen Cipta Karya.

“Kami berharap Krueng Aceh jadi solusi utama untuk memperkuat pelayanan air bersih di Aceh Besar,” ujarnya.

Direktur Utama Tirta Mountala, Yusmadi, juga mendesak percepatan SPAM Regional Leupung. Proyek itu dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada Mata Ie.

“SPAM Leupung harus segera direalisasikan. Ini kunci agar Darul Imarah tidak lagi krisis saat kemarau,” tegas Yusmadi.

Perumdam berharap masyarakat bersabar. Pihaknya memastikan solusi darurat dan jangka panjang terus dikebut agar pelayanan air bersih tetap terjaga.[]

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *