INFOSA. ID | BIREUEN – Kabar lega bagi ribuan pengguna jalan Bireuen–Takengon. Jembatan rangka baja Teupin Mane di kilometer 11 yang menjadi penghubung Desa Beunyot dan Teupin Mane, mulai dibuka secara fungsional untuk lalu lintas umum pada Jumat (2/10/2026) siang, usai Salat Jumat.
Dibukanya jembatan permanen di atas Sungai Peusangan ini mengakhiri ketergantungan warga pada jembatan bailey darurat yang selama ini sempit dan rawan antrean panjang.
Dengan jembatan baru ini, mobilitas masyarakat dipastikan jauh lebih aman dan lancar. Anak-anak sekolah dari Beunyot menuju Bireuen tak perlu takut terlambat, petani dan pedagang bisa mengangkut hasil bumi dengan lebih cepat, serta distribusi logistik dari Bireuen ke dataran tinggi Takengon kembali normal.
“Target kita memang Oktober ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Project Manager PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Reza Azlan, Kamis (1/10/2026).
Pada tahap awal, jembatan boleh dilintasi sepeda motor dan mobil pribadi. Untuk truk bermuatan berat diminta bersabar dan tetap menggunakan jalur bailey hingga uji beban selesai dilakukan. Ini demi keamanan bersama agar jembatan benar-benar kokoh saat dipakai penuh nanti pada Desember 2026.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Safrizal ZA, menegaskan bahwa percepatan ini adalah untuk rakyat.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal memulihkan kehidupan ekonomi warga pascabencana. Konektivitas ini adalah urat nadi,” katanya.
Jembatan ini dibangun oleh BUMN PT PP bersama mitra lokal PT Krueng Meuh di bawah Kementerian PU melalui BPJN Aceh, sebagai bagian dari rehabilitasi Aceh pascabencana hidrometeorologi.
Warga kini berharap tidak ada lagi cerita jalan terputus dan harga barang melambung karena akses terhambat. []











Tidak ada Respon