BANDA ACEH | INFOSA.ID – Penguatan profesi dan kesejahteraan wartawan menjadi janji utama T. Haris Fadhillah saat resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026-2031.
Haris menyerahkan berkas pendaftaran di Sekretariat Konferprov PWI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026) sore. Ia diterima Sekretaris SC Iranda Novandi, Pokja Verifikasi Imran Joni dan Ketua OC Nazar Ahadi.
Ia menegaskan pencalonannya berangkat dari aspirasi anggota yang menginginkan transformasi organisasi.
“PWI harus kembali ke khitahnya sebagai organisasi profesi. Wartawan hari ini dituntut adaptif dengan disrupsi digital, kompetensinya harus terus ditingkatkan, dan kesejahteraannya juga harus diperjuangkan,” ujar Haris yang juga penguji nasional UKW dan Kepala Stasiun RRI Meulaboh itu.
Untuk menjawab tantangan itu, Haris mengusung konsep kepemimpinan kolektif kolegial. Pola ini mengedepankan kebersamaan dan kaderisasi, bukan kepemimpinan satu orang.
Ia juga mendorong PWI membangun kemitraan inklusif dengan organisasi pers dan asosiasi perusahaan media untuk memperkuat ekosistem pers di Aceh.
Haris menegaskan akan menempuh kompetisi secara elegan. “Tanpa fitnah dan tanpa pembunuhan karakter. Siapa pun terpilih, itu pilihan bersama yang harus dihormati,” tegasnya.
Panitia Konferprov mencatat dukungan minimal 32 pemilih dari total 322 DPS. Pendaftaran bakal calon Ketua PWI Aceh dibuka hingga 24 Oktober 2026.
Seperti diketahui, pada Konferprov PWI Aceh tahun 2021 lalu, T. Haris Fadhillah juga melaju ke putaran kedua bersama kompetitor M. Nasir Nurdin. Namun langkahnya terhenti setelah kalah dalam perolehan suara. Tahun ini ia kembali bertarung menuju kursi nomor satu di organisasi wartawan tertua ini. []












Tidak ada Respon