Bantah Untung Rp6 juta dalam sehari
INFOSA.ID | BANDA ACEH – Perputaran uang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh diprediksi tembus Rp7 sampai Rp8 triliun per tahun. Angka fantastis itu diungkap Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI).
Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, mengatakan Aceh paling masif di Sumatera untuk urusan dapur MBG. Bahkan hampir menyamai Jawa.
“Aceh dari awal sangat masif. Beda dengan daerah lain di Sumatera yang masih banyak belum ada dapurnya,” kata Alven di Banda Aceh, Jumat (25/9/2026).
Keamanan Pangan
Alven menegaskan semua dapur MBG wajib punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kalau tidak ada, wajar jika disuspensi. Saat ini 95 persen dapur MBG nasional sudah punya.
Ia juga memuji dapur di Aceh yang berani pakai ikan dan udang untuk menu.
“Di Jawa banyak yang takut pakai seafood karena takut keracunan. Aceh luar biasa berani,” ujarnya.
Uang Jangan Lari ke Sumut
Ketua GAPEMBI Aceh, Muhammad Mada, meminta Pemerintah Aceh segera buat sentra bahan baku: sentra sayur, ayam, telur, daging, dan ikan.
Selama ini banyak bahan baku MBG masih didatangkan dari Sumatera Utara. Akibatnya, uang triliunan itu balik keluar Aceh lagi.
“Harapan Presiden kan uangnya muter di daerah. Kalau ada dapur di desa, ekonomi desa ikut hidup,” kata Mada.
Soal Untung Rp6 Juta Sehari, Itu Bukan Untung Bersih
Mada juga meluruskan isu pengusaha MBG untung Rp6 juta sehari.
“Itu bukan untung. Itu cicilan pengembalian modal dari BGN. Bikin satu dapur bisa habis Rp1 sampai 1,5 miliar. Modalnya dari utang bank juga. Baru bisa untung di atas dua tahun,” jelasnya.
Menurutnya, pengusaha MBG itu sedang bantu program pemerintah, bukan jadi tersangka kalau ada masalah di lapangan. []












Tidak ada Respon