INFOSA.ID | BANDA ACEH – Realisasi tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk bencana hidrometeorologi di Aceh baru mencapai 27,67 persen. Dari total alokasi Rp1,652 triliun, yang baru terserap Rp457,08 miliar per 18 September 2026.
Itu artinya, masih ada Rp1,195 triliun yang mengendap dan dalam tahap pengerjaan di lapangan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) menekankan agar anggaran ini segera bergerak dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Pesan Gubernur jelas, anggaran harus bekerja. Jangan sampai manfaatnya terlambat dirasakan masyarakat,” kata Nurlis, Minggu (20/9/2026).
Ini, rincian Serapan:
– Desk Pemerintah Aceh: Terserap Rp239,46 M dari alokasi Rp824,82 M (29,03%)
– Desk Kabupaten/Kota: Terserap Rp217,62 M dari alokasi Rp827,26 M (26,31%)
OPD Tertinggi: Disnaker 84%, BPKA 65,5%, Dinas Pangan 66%.
OPD Terendah: DKP 8,7%, Perkim 13%, BPBA 11,3%, Dinsos 18,2%.
Kab/Kota Tertinggi:
Aceh Selatan 65,3%, Gayo Lues 57,6%, Aceh Jaya 32,9%.
Kab/Kota Terendah:
Nagan Raya 2,7%, Sabang 6%, Subulussalam 10,6%.
Nurlis meminta OPD dan daerah dengan serapan rendah segera identifikasi hambatan. Ia menegaskan yang dikejar bukan sekadar persentase, tapi manfaat nyata.
Realisasi anggaran ini bisa diakses publik melalui Portal Pemerintah Aceh: https://p2k-apba.acehprov.go.id/views/tv.html. []











Tidak ada Respon