INFOSA.ID | BANDA ACEH – Program Gerakan Pangan Murah Dinas Pangan Aceh di Rumah Pangan Lamdingin,Banda Aceh Rabu (16/9/2026), berubah jadi kekecewaan massal. Ratusan warga yang sudah antre sejak subuh pulang dengan tangan hampa.
Kejanggalan terjadi. Dari ±700 kupon paket yang disediakan, ludes hanya dalam 15 menit. Padahal, jumlah warga yang antre di lokasi saat itu hanya sekitar 500 orang. Secara logika, seharusnya masih sisa.
Ainul, seorang ibu rumah tangga yang antre sejak pukul 06.30 WIB, mengaku heran dengan proses pembagian kupon yang tidak transparan.
“Jam 07.30 baru buka loket, petugas cuma 3 orang. Masa sebanyak itu kupon bisa habis dalam 15 menit? Ini tidak masuk akal. Saya lihat yang antre cuma 500 orang,” ujar Ainul dengan nada kesal.
Ia menduga ada penyalahgunaan wewenang. Kupon diduga kuat sudah dibagi-bagi ke orang terdekat petugas sebelum loket dibuka untuk umum.
“Apa ini permainan orang dalam? Kalau memang untuk masyarakat miskin, kenapa pembagiannya seperti siluman, cepat sekali ludes?” tegasnya.
Dugaan ini mencoreng tujuan utama program pangan murah yang seharusnya membantu masyarakat menengah ke bawah di tengah harga pangan yang melambung.
Ironisnya, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, memilih bungkam. Pesan WhatsApp dan panggilan telepon dari media ini hingga berita ini tayang tidak digubris sama sekali.
Sikap tertutup pejabat tersebut justru memperkuat kecurigaan publik. Jika program ini bersih dan transparan, mengapa alergi terhadap klarifikasi?
Publik kini menanti jawaban. Jangan sampai program pro-rakyat justru menjadi bancakan orang dalam. Dinas Pangan Aceh harus membuka data penerima kupon secara transparan agar tidak menjadi preseden buruk Pemerintah Aceh. []











Tidak ada Respon