INFOSA.ID | BANDA ACEH– Asosiasi Futsal Aceh (AFA) menggelar rapat kerja (Raker) di Aula Kantor PWI Aceh, Simpang Lima, Banda Aceh, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan pembinaan dan prestasi futsal Aceh menuju Pra PON 2027 dan PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Raker yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti 30 peserta yang hadir langsung di Banda Aceh serta perwakilan dari 19 Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (AFK) melalui Zoom Meeting.
Ketua Panitia, Saifullah Waido, mengatakan pelaksanaan raker mengacu pada hasil Rapat Koordinasi Nasional Federasi Futsal Indonesia (FFI) yang kini telah berubah menjadi Asosiasi Futsal Indonesia. Beberapa agenda penting yang dibahas antara lain perubahan nomenklatur organisasi dari federasi menjadi asosiasi, penunjukan ketua AFK kabupaten/kota, sosialisasi Liga Nusantara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang, serta kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA).
“Raker ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi dan penyamaan persepsi seluruh pengurus futsal di Aceh dalam menyambut berbagai agenda nasional maupun daerah,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AFA yang diwakili Exco AFA, Mawardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia berharap sinergi seluruh pengurus dapat terus terjalin demi kemajuan futsal Aceh.
“Terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Kami berharap semua pihak dapat terus mendukung dan membantu pengembangan futsal Aceh agar semakin berprestasi di tingkat nasional,” kata Mawardi.
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Aceh, HT Rayuan Sukma, yang membuka secara resmi raker tersebut menegaskan bahwa Kabupaten Aceh Jaya siap menjadi tuan rumah PORA mendatang. Hal itu disampaikannya setelah meninjau langsung sejumlah venue pertandingan di daerah tersebut.
“Jangan pernah mengatakan Aceh Jaya tidak siap, venue yang tersedia sudah memadai dan terus dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Rayuan juga menegaskan pentingnya pelaksanaan PORA sesuai jadwal yang telah direncanakan agar tidak mengganggu program pembinaan atlet. Menurutnya, atlet memiliki target puncak performa yang harus disesuaikan dengan jadwal pertandingan.
Ia menambahkan, KONI Aceh menargetkan mampu menembus 10 besar pada PON mendatang dengan raihan minimal 30 medali emas. Karena itu, seluruh cabang olahraga, termasuk futsal, diharapkan mampu memberikan kontribusi prestasi bagi Aceh.
“Selain itu, KONI Aceh juga mendorong adanya standar kelayakan lapangan futsal di Aceh untuk menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan,” pungkasnya.[*]













Tidak ada Respon