Putus Rantai Rujukan Banda Aceh: Jurus Pidie Jaya Datangkan Spesialis Langka ke Pintu Rumah Warga

'Saat rumah sakit daerah lain masih keluhkan minimnya dokter spesialis, RSUD Pidie Jaya memilih menjemput bola. Menggandeng RSU Putri Bidadari, akses bedah plastik dan urologi yang dulu mustahil kini jadi kenyataan.'

8 dilihat
Bupati Pidie Jaya, H Syibral Malasyi menandatangani kerja sama RSU Pidie Jaya dengan RSU Pante Bidadari tentang Akses Layanan Spesialistik. (Foto: infosa.id/Kiriman Humas Pidie Jaya)
A-AA+A++

MEUREUDU | INFOSA.ID – Warga Pidie Jaya kini tak perlu lagi dirujuk jauh ke Banda Aceh. Lewat kerjasama RSUD Pidie Jaya RSU Putri Bidadari, akses layanan kesehatan spesialistik seperti urologi dan bedah plastik kini resmi lebih dekat, cepat dan terintegrasi.

Selama bertahun-tahun, alurnya selalu sama. Pasien di Meureudu didiagnosa butuh dokter urologi atau bedah plastik. Lalu rujukan panjang ke Banda Aceh. Antre, biaya transportasi, keluarga harus menginap. Bagi sebagian warga pesisir Pidie Jaya, jarak 150 kilometer itu bukan sekadar angka di peta, tapi penentu sembuh atau menyerah.

Jumat lalu, 9 Oktober 2026, rantai panjang itu resmi diputus.
Di sebuah ruangan di Darul Imarah, Aceh Besar, dua rumah sakit menandatangani sebuah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diam-diam bisa mengubah peta layanan kesehatan di pesisir timur Aceh. RSUD Pidie Jaya dan RSU Putri Bidadari Aceh sepakat: warga Pidie Jaya tak perlu lagi kebingungan cari spesialis.

Bukan Sekadar Tanda Tangan

Ini bukan MoU seremonial. Isinya konkret.

Selama ini, dua layanan ini menjadi lubang menganga di RSUD Pidie Jaya: spesialis urologi – yang menangani gangguan ginjal, saluran kemih, hingga kesehatan reproduksi pria – dan bedah plastik, yang vital bukan hanya untuk estetika, tapi untuk penanganan luka bakar, kecelakaan, dan cacat bawaan.

Direktur RSU Putri Bidadari menyambutnya sebagai misi pemerataan. Sementara dari sisi Pidie Jaya, ini adalah pengakuan jujur atas keterbatasan.

“Kesehatan adalah prioritas utama kami. Kerja sama ini adalah langkah konkret untuk memastikan masyarakat Pidie Jaya mendapat pelayanan yang lebih komprehensif dan bermutu,” kata Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasi, usai penandatanganan.

Dulu: Pasien dirujuk, bawa berkas sendiri, daftar ulang di Banda Aceh, antre lagi dari nol.

Sekarang: Sistem rujukan terintegrasi. Pasien dari RSUD Pidie Jaya langsung terdata di RSU Putri Bidadari. Tanpa administrasi berulang. Tanpa waktu tunggu yang berbelit – belit.
Pasien batu ginjal yang butuh tindakan urologi cepat, anak dengan bibir sumbing yang butuh bedah plastik rekonstruksi, korban kecelakaan kerja – mereka adalah wajah-wajah yang selama ini terhambat jarak.

Langkah Pidie Jaya ini menjadi cermin. Di saat banyak daerah menunggu dokter spesialis datang lewat program pusat, Pidie Jaya memilih membangun jembatan. Bukan membangun menara gading.

Jika program ini berjalan konsisten, Meureudu tak lagi hanya menjadi titik di ujung rujukan, tapi simpul baru pemerataan dokter spesialis di Aceh.
Hadir juga saat penandatanganan kerja sama itu Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Pidie Jaya Eddy Azwar, Direktur RSUD Pidie Jaya Cut Fera Rachmawati, Kepala Operasional RSU Putri Bidadari Aceh Armansyah, serta sejumlah manajer rumah sakit setempat. [redaksi]

Pos Terkait

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *